Senin, 13 April 2015

Pura Kelasa dan Kolam Awet Muda di Taman Narmada Lombok

      Setelah dari Jawa Timur kita kembali ke pulau Lombok untuk berwisata sejarah. Pulau Lombok ternyata menyimpan banyak cerita legenda, mitos dan kerajaan yang menjadi latar belakang dari suatu tempat atau lokasi wisata. Salah satunya adalah Taman Narmada yang telah dibangun sejak tahun 1805 oleh Raja Mataram Lombok saat itu yaitu Anak Agung Ngurah Karangasem. Pada awal dibangunnya Taman Narmada diperuntukkan untuk kegiatan upacara Pakelem atau tempat memohon keseimbangan dunia, selain itu juga Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat peristirahatan para Raja dan keluarga raja dari kerajaan Mataram Lombok. Nama Narmada sendiri diambil dari nama sungai suci di India. Menurut beberapa sumber, pembangunan Taman Narmada dibuat menyerupai kondisi yang ada di puncak Gunung Rinjani. Sebagai puncak tertinggi dari Taman Narmada dibangun sebuah pura yaitu Pura Kelasa dengan bentuk bangunan menyerupai punden berundak dan merupakan salah satu pura tertua di Lombok. Di desain menyerupai kondisi dari gunung Rinjani, maka untuk menuju pura Kelasa anda harus melewati puluhan anak tangga. 

Pura Kelasa sebagai puncak dari Taman Narmada yang mengadopsi suasana puncak Gunung Rinjani
   Taman Narmada tidak hanya memiliki pura saja, layaknya taman pada umumnya di Taman Narmada ini juga dapat kita jumpai beberapa kolam air yang oleh masyarakat sekitar dipercaya dapat membuat orang yang mandi atau membasuh muka dengan air di kolam tersebut menjadi awet muda. Tidak heran apabila banyak pengunjung yang sering memadati pemandian di taman Narmada. Selain kolam pemandian juga terdapat beberapa kolam yang juga menambah keindahan dari taman Narmada. 

Salah satu kolam di Taman Narmada yang menjadi daya tarik wisatawan

   Sebagai lokasi wisata Taman Narmada termasuk objek wisata yang tidak terlalu sulit untuk ditemukan, hal ini karena pada zaman kerajaan digunakan sebagai tempat peristirahatan raja sehingga dibangun di dekat pusat kota. Secara geografis Taman Narmada berlokasi di desa Lembuah, kecamatan Narmada, kabupaten Lombok Barat. Berjarak sekitar 10 km ke arah timur kota Mataram taman Narmada dapat ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi.

    Demikian info yang dapat saya berikan mengenai Taman Narmada Lombok, bagi yang liburan ke Lombok dan tertarik dengan wisata sejarah mungkin tempat ini bisa menjadi salah satu referensi liburan anda. Semoga info ini bermanfaat, apabila terdapat kesalahan atau informasi yang kurang bisa meninggalkan kritik dan saran pada kolom komentar. Have a nice trip, SALAM BAWA KEBALI SAMPAH KITA. My Trip My Adventure. 

Minggu, 12 April 2015

Pantai Goa Cina, Gugusan Pulau Karang dan Laut Biru yang Menawan

      Menikmati hari minggu sangat menyenangkan apabila dinikmati bersama dengan keluarga atau teman dengan berkunjung ke tempat wisata seperti pantai atau air terjun. Hmm.. mungkin informasi tentang tempat wisata yang akan saya berikan ini sudah agak terlambat, karena hari minggu sudah menjelang sore. Tapi tak masalah, mungkin informasi ini bisa teman-teman gunakan sebagai referensi untuk liburan weekend selanjut. Hari ini saya akan menulis informasi tentang wisata Pantai Goa Cina yang menurut saya adalah salah satu pantai terbaik di Malang selain Balekambang (sudah saya share) dan beberapa pantai lainnya. Pantai Goa Cina adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang berlokasi di desa Sitiarjo, kecamatan Sumbermanjing Wetan, kabupaten Malang. Nama asli dari pantai ini adalah Pantai Rowo Indah, namun karena pada sekitar 20 tahun yang lalu pernah terjadi peristiwa hilangnya seorang petapa dari Cina yang menghilang secara misterius setelah bertapa di sebuah goa di pantai ini maka sejak saat ini pantai ini jadi lebih terkenal dengan naman Pantai Goa Cina (sumber: id.wikipedia.org/wiki/Pantai Goa Cina/). Di pantai ini terdapat tiga (3) gugusan pulau karang besar dan beberapa pulau karang kecil. Ketiga pulau tersebut adalah pulau Bantengan, pulau Nyonya dan pulau Goa Cina. Di pulau Goa Cina inilah terdapat goa tempat menghilangnya petapa cina tersebut.

Pulau Goa Cina yang terdapat goa tempat bertapanya seorang petapa cina
     Layaknya pantai selatan lainnya, pantai Goa Cina juga memiliki ombak laut yang cukup liar. Bahkan yang paling unik di antara pula Bantengan dan pulau Nyonya terdapat persimpangan gelombang laut dari tiga penjuru arah yang menyebabkan semakin liarnya ombak di pantai ini, oleh karena itu juga kita tidak menemui adanya kapal nelayan yang bersandar di pantai ini. Ombak di pantai Goa Cina yang cukup besar terutama ketika pasang terkadang bisa mencapai ke pinggir pantai sehingga bagi yang berkunjung ke pantai ini sangat tidak disarankan untuk mandi, hanya diperbolehkan untuk bermain air dipinggiran pantai saja, itupun tetap harus berhati-hati agar tidak terseret ombak pantai yang cukup besar. 

Gelombang laut yang cukup besar dan ganas, sangat tidak dianjurkan untuk mandi di lautnya
     Bagi yang ingin bermain air saran saya lebih aman dilakukan dipantai dibagian belakang pulau Goa Cina karena pantai di bagian belakang pulau ini lebih luas dan gelombang airnya juga tidak terlalu besar, tetapi ingat harus selalu berhati-hati dan JANGAN MANDI karena sangat BERBAHAYA. Sekedar menikmati pemandangan pantai saja tidak akan rugi karena anda akan dimanjakan oleh perpaduan warna biru air dan langit serta warna hijau dari pulau-pulau karang yang ada, dibandingkan mencoba untuk mandi dengan resiko yang cukup besar. Di pinggiran pantai banyak terdapat pohon-pohon yang rindang yang dapat digunakan untuk tempat berteduh sambil menikmati keindahan alam ciptaanNya. Bagi yang merasa lapar juga dapat menikmati berbagai hidangan yang ada di warung-warung yang banyak berjejer disekitar pantai. 

Pantai di belakang Pulau Goa Cina yang ombaknya tidak terlalu besar

      Bagi yang ingin berkunjung ke pantai Goa Cina saya juga akan share rute yang dapat digunakan. Terdapat dua rute yang dapat digunakan untuk menuju tempat ini dengan estimasi waktu yang cukup berbeda. Rute pertama lewat kecamatan Gedangan dengan estimasi waktu sekitar 2-2,5 jam namun jalannya masih berupa batu lepas yang cukup licin sehingga perlu berhati-hati. Jika anda ingin menggunakan rute ini anda bisa mulai dari Malang, selanjutnya menuju ke kecamatan Gondanglegi, di traffic light pasar Gondanglegi ambil jalan ke kiri kemudian langsung belok ke kanan. Ikuti terus jalannya hingga sampai pada kecamatan Gedangan, setelah sampai kecamatan Gedangan ambil ke arah desa Sidodadi setelah masuk desa Sidodadi anda tinggal lurus saja hingga nanti anda sampai di depan Pantai Bajul Mati, disana anda tinggal belok ke kiri sekitar 2 km dari sana ada tanda jalan ke kanan yang menunjukkan arah ke pantai Goa Cina. 

Kumpulan beberapa batuan karang menambah keindahan pantai Goa Cina
      Rute jalan kedua anda bisa menggunakan patokan arah ke Pantai Sendang Biru. Dari Malang anda berjalan menuju arah kecamatan Bululawang sampai anda menemukan traffic light  satu-satunya di Bululawang, disana ada petunjuk arah juga yang menunjukkan Pantai Sedang Biru belok kiri dari traffic light tersebut. Ikuti saja yang menuntun arah ke Pantai Sendang Biru, hingga terakhir anda akan menemukan persimpangan dimana jalanan yang lurus menuju pantai Sendang Biru sedangkan jalan yang ke kanan arah ke Pantai Bajul Mati. Ambil arah ke kanan, ikuti jalan tersebut hingga nanti anda akan menemukan jembatan Bajul Mati yang bangunannya cukup megah. Sekitar 2 -3 km dari jembatan tersebut anda akan menemukan papan nama Pantai Goa Cina lalu anda tinggal belok ke kiri. Estimasi waktu untuk rute kedua ini adalah sekitar 2,5 jam - 3 jam, namun jalanan cukup mulus. Tinggal anda yang memilih untuk menggunakan rute mana. Sedangkan untuk tiket masuk ke pantai ini cukup murah yaitu sekitar Rp 5.000,-/orang dan Rp 4.000,-/motor, dan anda akan dimanjakan dengan pemandangan yang tak pernah anda temui di pantai lainnya. Menurut beberapa sumber di Pantai Goa Cina ini juga kita dapat menemukan sunrise dan sunset  yang sangat menawan, sayangnya saya tidak sempat menikmatinya karena keterbatas waktu. Tapi saya akan berbagi beberapa foto bukti keindahan pantai Goa Cina.

Pantai Goa Cina in frame cabang pohon, sangat menawan
      Demikian info yang dapat saya berikan tentang pantai Goa Cina, semoga bisa menjadi referensi bagi anda yang ingin menikmati liburan baik dengan keluarga atau teman-teman khususnya bagi yang ada di daerah Malang dan sekitarnya. Semoga infonya bermanfaat, jika ada kesalahan atau kekurangan info bisa menghubungi lewat contact yang telah saya berikan di blog atau lewat kolom komentar. Have a nice trip, SALAM BAWA KEMBALI SAMPAH KITA. My Trip My Adventure. 

Sabtu, 11 April 2015

Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan, Paradise Fallnya Buleleng

      Happy weekend all, weekend ini udah ada rencana perjalanan liburan kemana nih? Bagi yang udah punya rencana selamat menikmati weekend ya, tapi bagi yang belum punya referensi mau kemana weekend ini bisa memasukkan Air Terjun Aling-aling sebagai salah satu tujuan wisata khusunya bagi kalian yang berada di seputaran Buleleng-Bali atau yang sedang liburan di Bali. 

Air Terjun Aling-aling, Paradise Fall,nya Buleleng
      Air terjun Aling-aling adalah salah satu air terjun yang cukup tinggi yang dimiliki oleh kabupaten Buleleng. Air terjun Aling-aling tepat berada di desa Sambangan, kecamatan Sukasada, Buleleng-Bali. Air terjun Aling-aling memiliki ketinggian air terjun sekitar 35 m. Air terjun ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan air terjun lain pada umumnya. Berasal dari satu aliran sungai, air terjun ini memiliki dua aliran air yang berbeda yang terpecah pada bagian puncak air terjun dengan debit air yang berbeda. Bagian air terjun sebelah kiri memiliki debit air lebih kecil dibandingkan dengan air terjun yang bagian kanan. Tanaman merambat dan pepohonan yang rindang dibagian kanan dan kiri yang mengelilingi air terjun menambah keindahan air terjun ini. Pada bagian bawah air terjun terdapat cekungan (orang bali menyebutnya tibuan) yang cukup dalam yaitu sekitar 4 m. Bagi anda yang suka mencoba hal extreme anda bisa mencoba melompat, berenang dan berendam dicekungan ini. Saran saya tetap hati-hati karena banyak batu dibagian bawah cekungan air tersebut dan arus air bisa berubah sewaktu-waktu. 

Air Terjun Aling-aling yang unik pada aliran airnya
    Untuk menuju air terjun Aling-aling, bagi anda yang berlokasi diseputaran Singaraja dan sekitarnya anda bisa menuju ke arah SMA N 2 Singaraja, lurus ke arah selatan hingga menemui Balai Desa Sambangan selanjutnya belok kiri dan ikuti saja jalan hingga nanti menemukan SD (maaf saya lupa SD berapa) tapi yg jelas setelah SD tersebut ada jalan menanjak yang cukup curam, sekitar 500 m dari SD tersebut disebelah kiri jalan adalah tempat parkir dan loket untuk masuk ke air terjun. Sedangkan bagi anda yang dari arah Denpasar, bisa melalui jalan Denpasar-Singaraja hingga sampai pada terminal Sangket-Sukasada. Ikuti jalanan ke arah barat yang menurun hingga menemui jembatan Sangket ikuti terus jalan tersebut hingga anda melihat Balai Desa Sambangan belok ke kiri, selanjutnya sama dengan arah yang telah saya jelaskan sebelumnya. Tiket masuk ke air terjun berubah-ubah kadang Rp 5.000,-/org kadang juga hanya memberikan seiklasnya pada kotak yang telah disediakan.

        Dari tempat anda memarkir motor, untuk menuju air terjun anda harus tracking  sekitar 500 m untuk mencapai air terjun ini. Tracking akan melewati areal persawahan dan beberapa sungai kecil yang memanjakan mata sehingga anda tidak akan merasa capek atau jenuh selama perjalanan. 

Sungai kecil sebelum masuk ke air terjun
      Setelah melewati sungai kecil anda akan melewati ladang yang selanjutnya menuntun anda sampai pada jejeran anak tangga yang harus anda turuni. Tetap hati-hati selama menuruni anak tangga karena beberapa anak tangga ada yang licin. Setelah menuruni beberapa anak tangga anda akan menemui tanah datar yang terdapat semacam gazebo (istilah bali sekepat) yang pemandangannya langsung ke air terjun anda bisa foto-foto disini. Tapi kurang afdol rasanya kalo ke air terjun tapi tidak langsung turun ke air terjunnya. Menuju ke bawah air terjun anda harus melewati ratusan anak tangga yang cukup curam, selalu hati-hati ketika berjalan. Mungkin bagi beberapa orang yang jarang tracking perjalanan ini pasti sangat melelahkan, tapi jangan takut setelah anda sampai dibawah anda akan disuguhi beberapa pemandangan yang sangat memikat. Terdapat aliran sungai yang jernih, sungai yang membentuk semacam kolam dan beberapa air terjun kecil. Hal ini akan menenangkan otak dan jiwa anda.

Air Terjun kecil sebelum menuju air terjun utama

Aliran sungai dari air terjun Aling-aling yang jernih

Aliran sungai yang membentuk kolam, sangat menarik hati
      Bagi anda yang belum puas dengan air terjun Aling-aling saja, disekitar air terjun aling-aling juga terdapat beberapa air terjun lainnya yang juga memiliki keindahannya masing-masing. Beberapa air terjun itu diantaranya adalah Air Terjun Cemara, Air Terjun Dedari dan Air Terjun Kroya. Saat ini wisata air terjun Aling-aling sudah berkembang dan dikelola sehingga ada beberapa wahana wisata yang bisa anda nikmati untuk biaya menikmati wisata tersebut berdasarkan dari masyarakat sekitar menyebutkan harganya berbeda-beda tergantung paket yang diambil mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu.

     Demikian informasi yang dapat saya berikan mengenai Air Terjun Aling-aling. Bagaimana apakah anda sudah ada refensi untuk weekend minggu ini? Semoga informasi ini bermanfaat, jika ada kesalahan atau kekurangan info mohon dishare di kolom komentar dibawah. Have a nice trip dan SALAM BAWA KEMBALI SAMPAH KITA. My Trip My Adventure.

Jumat, 10 April 2015

Pantai Balekambang dan Pura Ismoyo, Keindahan Tanah Lotnya Malang

       Setelah pada postingan sebelumnya saya share info tentang pura di Lombok yang menyerupai pura Tanah Lot di Bali. Jawa Timur khususnya Kabupaten Malang juga memiliki tempat wisata serupa. Tepatnya pura ini berada di Pantai Balekambang yang berlokasi di dusun Sumber Jahe, desa Srigonco, kecamatan Bantur, kabupaten Malang. Pantai Balekambang terbentang dengan indah dimana terdapat karang laut sepanjang 2 km dan memiliki lebar 200 m ke laut (sumber: www.eastjava.com). Adanya karang laut ini membuat kondisi gelombang dibagian tepi pantai lebih tenang sehingga cukup aman untuk dimanfaatkan sebagai tempat wisata air atau sekedar mandi. Tanda jika kita berada di Pantai Balekambang ditandai dengan adanya tiga pulau karang yang diberi nama tokoh pewayangan yaitu Pulau Anoman, Pulau Wisanggeni dan Pulau Ismoyo. Berada tepat diatas pulau Ismoyo adalah Pura Luhur Amertha Jati atau Pura Ismoyo yang berdiri megah dan dihubungkan oleh sebuah jembatan dari pulau lainnya. Dengan kondisi tersebut sepintas kita akan ingat dengan pura Tanah Lot di Bali. 

Pura Luhur Amertha Jati, Pantai Balekambang, Malang

          Berbeda dengan pura-pura di Bali, pura Luhur Amertha Jati atau pura Ismoyo ini sepintas lebih mirip sebuah candi karena candi bentar (pintu masuk) dibuat dengan menggunakan patu hitam semacam candi. Namun diluar itu semua pura ini menjadi suatu daya tarik yang sangat menawan, kecantikan dan pesonanya semakin memikat terutama ketika matahari mulai terbenam. Suasana hening disertai dengan deburan ombak pantai selatan menambah suasana magis dari pura ini dan membuat umat yang sembahyang mejadi lebih tenang. 

Megahnya Pura Luhur Amertha Jati, Balekambang-Malang
        Biasanya kunjungan wisatawan akan sangat membludak ketika menjelang hari raya Nyepi untuk umat Hindu. Biasanya 3 hari menjelang hari Raya Nyepi akan ada upacara Jalanidhi Puja atau lebih dikenal dengan upacara Melasti. Dalam upacara ini biasanya akan berkumpul umat Hindu se-Malang Raya untuk melaksanakan upacara pembersihan diri dan alat-alat pura sebelum masuk upacara Nyepi. Pada saat upacara Jalanidhi Puja/Melasti dilakukan juga akan ada ritual Larung Jolen yaitu suatu ritual melarung persembahan buah, palawija dll sebagai imbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan untuk mengusir atau menghilangkan keburukan pada masa selanjutnya. Selain umat Hindu ketika ada kegiatan ini akan banyak wisatawan baik dari lokal atau mancan negara yang akan berkunjung untuk menikmati suatu kearifan lokal yang masih terjaga sehingga bisa menjadi suatu ikon pariwisata bagi kabupaten Malang.

Upacara Jalanidhi Puja di Balekambang
Larung Jolen saat Upacara Jalanidhi Puja, Pantai Balekambang

       Meskipun letak pantai Balekambang cenderung dipelosok namun fasilitasnya cukup lengkap terdapat beberapa homestay yang ditawarkan didekat pantai. Namun untuk menuju tempat ini kita harus menggunakan kendaraan pribadi karena belum ada kendaraan umum untuk mencapai lokasi. Tapi tenang saja bagi traveler yang tidak membawa kendaraan pribadi di kota Malang cukup banyak terdapat penyewaan motor atau mobil 24 jam yang mungkin bisa digunakan, atau juga bisa menyewa jasa tour (kalo membawa uang lebih). Dari kota Malang untuk menuju pantai Balekambang membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam (jarak Malang-Balekambang 65 km) kearah kecamatan Gondanglegi, setelah menemui Pasar Gondanglegi belok ke kanan, selanjutnya belok ke kiri pada pertigaan pertama, setelah itu tinggal ikuti jalan, tak usah takut nyasar karena dalam perjalanan sudah banyak papan penunjuk arah ke pantai Balekambang. Untuk biaya masuk cukup murah yaitu sebesar Rp 10.000,-/orang dan Rp 1.000,-/motor dan Rp 5.000/mobil sedangkan untuk parkir motor didalam dikenai biaya yaitu Rp 5.000,-/motor. 

Pemandangan Pantai Balekambang dari Pura Amertha Jati

         Karena pantai Balekambang masih cukup asri, dimohon bagi para pengunjung tidak membuang sampah secara sembarangan, utamanya sampah plastik. Sekian informasi yang dapat saya berikan mengenai pantai Balekambang, apabila terdapat informasi yang salah atau kurang dapat menuliskan pada kolom komentar dibawah. Semoga tulisan ini bermanfaat, Have a nice trip, SALAM BAWA PULANG KEMBALI SAMPAH KITA. My trip My Adventure.



Kamis, 09 April 2015

Pura Batu Bolong Lombok, Wisata Alam sekaligus Religi

         Sebagai postingan pembuka saya mulai dari pulau di sebelah timur Bali. Benar sekali dari Pulau Lombok. Seperti halnya pulau Bali, pulau Lombok juga menyimpan eksotika alam dan budaya tersendiri. Bahkan pura-pura indah yang umumnya terdapat di Bali juga terdapat di Lombok. Salah satu pura yang menarik perhatian saya adalah pura Batu Bolong yang terletak di Lombok Barat tepatnya di bebatuan dekat Pantai Senggigi, Batu Layar, sebelah barat laut kota Mataram. Dinamakan dengan Batu Bolong, karena letak pura atau tempat ibadah umat hindu ini terletak diatas batu hitam pantai Senggigi yang memiliki lubang pada bagian dalam batunya. 

Pura Batu Bolong di Lombok Barat
      Sepintas dengan melihat letak pura yang berada pada bagian atas batu karang hitam yang menjorok ke laut, kita akan teringat pada Pura Tanah Lot yang terkenal di Bali. Menurut sumber (wisatalombokaja.blogspot.com) pura Batu Bolong ini berhadapan langsung dengan selat Lombok dan menghadap langsung ke Gunung Agung di Bali. Kondisi ini akan semakin meningkatkan atmosfir spiritual yang dimiliki oleh pura ini, sehingga membuat umatnya (umat Hindu) lebih tenang dalam menghaturkan puja dan bhaktinya. Keindahan dari pura ini tidak hanya dari struktur dan letak bangunannya yang berada diatas batu karang, tetapi juga pada suasana yang dihadirkan terutama ketika matahari terbenam. Warna langit yang biru dan jingga, serta warna bebatuan yang menghitam menimbulkan suatu siluet keindahan alam yang sangat mempesona. Kondisi pantai yang masih cukup asri dengan tidak adanya sampah membuat pesona keindahan pantai Pura Batu Bolong semakin menawan. 

Sunset di Pura Batu Bolong, Lombok Barat

         Seperti di Bali pada umumnya, pura Batu Bolong ini juga dijadikan tempat wisata dan setiap orang bisa menikmati keindahannya (kecuali orang yang sedang berduka atau bagi wanita yang sedang datang bulan tidak diijinkan masuk karena memang pura adalah tempat suci). Bagi pengunjung yang non hindu dan ingin menikmati keindahan pura Batu Bolong, kamera digital adalah wajib hukumnya untuk dibawa, karena keindahan seperti ini sayang untuk dilewatkan. Untuk  menikmati pemandangan pantai Batu Bolong, aksesnya sangat mudah. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari Kota Mataram (ibu kota Prov. NTB) yaitu hanya 12 km, membuat pantai ini bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi, selain itu letak pintu masuknya juga tepat ditepi jalan besar yang menuju ke pantai Senggigi. Jika anda yang berwisata ke Lombok tidak menggunakan kendaraan pribadi lokasi ini juga dapat ditempuh dengan kendaraan umum (seperti bus) atau dengan taxi dari kota Mataram. 

        Sekian sharing saya tentang Pura Batu Bolong, Lombok Barat, semoga bisa bermanfaat. Jika ada informasi yang kurang atau keliru mohon untuk meninggalkan komentar di bawah. Terimakasih, Have a nice trip, Salam bawa kembali sampah kita. My trip My Adventure.

Salam Perkenalan dari Saya Putu

     Selamat datang di dunia blog. Sebagai new entri, saya akan share pengalaman saya traveling ke beberapa tempat di Jawa Timur, Bali dan Lombok untuk sementara, dan harapannya bisa traveling keliling Indonesia nantinya. Sebagai perkenalan saya adalah mahasiswa Pertanian di salah satu perguruan tinggi negeri di Malang, dan berasal dari Buleleng Bali. Kuliah di pertanian memang sudah menjadi cita-cita saya sejak SMP. 
Saya anak pertanian, kerjanya di sawah sama ladang.
     Selama saya kuliah, saya memiliki beberapa hobi diantaranya yang mulai saya tekuni adalah traveling sekaligus mendalami fotografi khusunya di travel fotografi. Bagi saya traveling adalah suatu oase dalam rutinitas dan kesibukan akan tugas-tugas dan laporan-laporan (sedikit lebay memang hehe). Tapi memang benar ketika jenuh akan tugas dengan traveling ke tempat yang menyajikan pemandangan alam (seperti gunung, air terjun dan pantai) otak menjadi lebih segar dan ketika kembali akan lebih siap untuk menghadapi tugas-tugas dan laporan. Sedangkan kalo hobi foto sih baru sekitar 3 tahun itupun belum sepenuhnya bisa mendalami hobi, hanya sesekali senang jepret sana jepret sini. Tapi lama kelamaan memori laptop penuh isi foto, dipikir daripada cuma disimpen aja mending ditaruh diblog, yah untung-untung siapa tahu ada yang minat sama foto saya (ngarep), kalopun ga ada paling ga bisa share tempat-tempat wisata yang recomended buat dikunjungi. Tenang saja, tempat wisata yang saya kunjungi kebanyakan murah meriah, jadi bagi temen-temen yang suka traveling dengan masih mengandalkan uang saku dari orang tua jangan takut kantong ga bakal tekor kok. Sekian dulu perkenalan dari saya, harapannya semoga blog ini bisa bermanfaat bagi siapapun yang membaca. Svaha.
Saya di Pantai Kondang Merak, Malang
Saya di Pantai Bale Kambang, Malang

Saya di Air Terjun "Grojogan Pitu" Pujon, Malang
        Bagi yang berniat traveling ke pantai, gunung atau air terjun jaga slalu kebersihan tempat yang kamu kunjungi, bawa pulang sampah yang anda bawa. Have a nice trip, SALAM BAWA KEMBALI SAMPAH KITA. My Trip My Adventure.